Pages

  • Home
  • Contact

Mel's Stories

    • Home
    • Travel
    • Review & Recommendation
    • _Beauty
    • Mind
    • Knowledge Sharing
    • Miscellaneous
    Langsung saja, ini saya share source code bahasa C buat program menghitung gaji pegawai berdasarkan lamanya waktu pegawai bekerja (Jam Pulang-Jam Datang).
    Program ini dibuat dalam satu project yaa :) 
    So, compile directly on your compiler guyss! <If you need it>  ^_^

     Untuk drivernya <main.c>
    #include <stdio.h>
    #include <stdlib.h>
    #include "upah.h"
    #include "boolean.h"

    int main()
    {
      /*Kamus*/
      int N,i;
     
     
      printf("Masukan jumlah pegawai: ");
      scanf("%d",&N);
      int NIP[N];
      Jam Datang[N];
      Jam Pulang[N];
      Jam SelisihJam[N];
      int Upah[N];
      int TotalUpah;
     
      for(i=0;i<N;i++)
      {
       printf("\n\nMasukan NIP Pegawai ke [%d]: ",i);
       scanf("%d",&NIP[i]);
       do{
          printf("\n\tMasukan jam Datang [%d] <HH:MM:SS>: ",i);
          bacaJam(&Datang[i]);
          printf("\tMasukan jam pulang [%d] <HH:MM:SS>: ",i);
          bacaJam(&Pulang[i]);
          }while(JLT(Datang[i],Pulang[i])==0);
      
        SelisihJam[i]=JMinus(Pulang[i],Datang[i]);
        Upah[i]=getHour(SelisihJam[i])*5000;
        TotalUpah= TotalUpah+ Upah[i];
      }
     
      for(i=0;i<N;i++)
      {
         printf("\n\nNIP pegawai [%d] ", NIP[i]);
         printf("\nJam Datang: "); tulisJam(Datang[i]);
         printf("\nJam Pulang: "); tulisJam(Pulang[i]);
         printf("\nUpah Pegawai= %d", Upah[i]);
      }
      printf("\n\nTotal Gaji= %d", TotalUpah);
      getch();   
      return 0;
    }

    Untuk  Upah.c:
    #ifndef _Jam_H
    #define _Jam_H
    #include <stdio.h>
    #include "boolean.h"

    typedef struct{
        int HH;
        int MM;
        int SS;
    }Jam;

    Jam JPlus(Jam J1, Jam J2);

    Jam JMinus(Jam J1, Jam J2);


    boolean isJValid(int H, int M, int S){
        return ((H<24)&&(M<60)&&(S<60)&&(H>=0)&&(M>=0)&&(S>=0)); }


    Jam makeJam(int HH, int MM, int SS){
        Jam JTemp;
        if (isJValid){
            JTemp.HH=HH;
            JTemp.MM=MM;
            JTemp.SS=SS;
            return JTemp; } }

    int getHour(Jam J){
        return J.HH; }
    int getMinute(Jam J){
        return J.MM; }
    int getSecond(Jam J){
        return J.SS; }
    void setHour(Jam *J, int HH){
        if (HH<24){
            (*J).HH=HH; } }
    void setMinute(Jam *J, int MM){
        if (MM<60){
            (*J).MM=MM; } }
    void setSecond(Jam *J, int SS){
        if (SS<60){
            (*J).SS=SS; } }

    void bacaJam(Jam *J){
        scanf("%d:%d:%d",&(*J).HH,&(*J).MM,&(*J).SS);
        }
    void tulisJam(Jam J){
        printf("%d:%d:%d",J.HH,J.MM,J.SS); }
    long jamToDetik(Jam J){
        return (((J.HH)*3600)+(J.SS)+((J.MM)*60)); }
    Jam detikToJam(long Detik){
        Jam JTemp;
        if (Detik<60){
            return makeJam(0,0,Detik); }
        else if (Detik<3600){
            return makeJam(0,(Detik/60),(Detik%60)); }
        else{
            return makeJam(Detik/3600,(Detik%3600)/60,(Detik%3600)%60); } }
           
    Jam nextDetik(Jam J){
        if (J.SS==59){
            if (J.MM==59){
                if (J.HH==23){
                    J=makeJam(0,0,0); }
                else{
                    J=makeJam((J.HH+1),0,0); } }
            else{
                J=makeJam((J.HH),(J.MM+1),(0)); } }
        else{
            J.SS=J.SS+1; }
        return J; }
       
    Jam nextNDetik(Jam J, int N){
        return JPlus(J,(detikToJam(N))); }
       
    Jam prevDetik(Jam J){
        if (J.SS==0){
            if (J.MM==0){
                J=makeJam((J.HH-1),59,59); }
            else{
            J=makeJam(J.HH,(J.MM-1),59); } }
        else{
            J.SS=J.SS-1;}
        return J;}
       
    Jam prevNDetik(Jam J, int N){
        return JMinus(J,(detikToJam(N))); }
       
       boolean JEQ(Jam J1, Jam J2){
        return ((J1.HH==J2.HH)&&(J1.MM==J2.MM)&&(J1.SS==J2.SS)); }
       

    boolean JNEQ(Jam J1, Jam J2){
        return !JEQ(J1,J2); }

    boolean JLT(Jam J1, Jam J2){
        if (J1.HH<J2.HH){
            return true; }
        else if (J1.MM<J2.MM){
            return true; }
        else if (J1.SS<J2.SS){
            return true; }
        else {
            return false; } }

    boolean JGT(Jam J1, Jam J2){
        if (JNEQ(J1,J2)){
            return !JLT(J1,J2); } }

    long durasi(Jam Jaw, Jam Jakh){
        return ((jamToDetik(Jakh))-(jamToDetik(Jaw))); }

    Jam JPlus(Jam J1, Jam J2){
        return (detikToJam((jamToDetik(J1))+(jamToDetik(J2)))); }

    Jam JMinus(Jam J1, Jam J2){
        return detikToJam((jamToDetik(J1))-(jamToDetik(J2))); }
    #endif

    Untuk Upah.h:
    /*File: Jam.h*/
    /*Prototype ADT Jam*/
    #ifndef _Jam_H
    #define _Jam_H

    #include "boolean.h"

    typedef struct{
        int HH; /*Jam*/
        int MM; /*Menit*/
        int SS; /*Detik*/
    }Jam;

    boolean isJValid(int H, int M, int S);
    Jam makeJam(int HH, int MM, int SS);
    int getHour(Jam J);
    int getMinute(Jam J);
    int getSecond(Jam J);
    void setHour(Jam *J, int HH);
    void setMinute(Jam *J, int MM);
    void setSecond(Jam *J, int SS);
    void bacaJam(Jam *J);
    void tulisJam(Jam J);
    long jamToDetik(Jam J);
    Jam detikToJam(long Detik);
    Jam nextDetik(Jam J);
    Jam nextNDetik(Jam J, int N);
    Jam prevDetik(Jam J);
    Jam prevNDetik(Jam J, int N);
    boolean JEQ(Jam J1, Jam J2);
    boolean JNEQ(Jam J1, Jam J2);
    boolean JLT(Jam J1, Jam J2);
    boolean JGT(Jam J1, Jam J2);
    long durasi(Jam Jaw, Jam Jakh);
    Jam JPlus(Jam J1, Jam J2);
    Jam JMinus(Jam J1, Jam J2);
    #endif











    Untuk boolean.h:
    #ifndef _Boolean_H
    #define _Boolean_H
    #define true 1
    #define false 0
    #define boolean unsigned char
    #endif
     
    Continue Reading
    Blog ini ada udah dari tahun kemaren sih ya, tapi profile tentang si empunya aja belom ada secara terperinci haha
    Nah, disini, saya sebagi empunya blog ini ingin membagi informasi tentang bagaimana low-profile nya sayaa (cieeee :D)
    Nama lengkap aku itu Melyana Sari Fransisca Nadapadap (kepanjangan ya? protes sm enyak gue aja yaa hihii). Sebenernya mama ngasi nama Melyana Sari aja, tapi berhubung saya umat katolik, jadi ada sedikit tambahan nama dari pastor, biasanya sih nama-nama pelindung. Dan aku dikasih nama lagi Fransisca. Sementara Nadapdap itu adalah margaku, (maklum batak) Aku lahir di Aek Kanopan, Labuhan Batu Utara, Sumatera Utara tanggal 11 November 1994. Aku anak pertama dari 4 bersaudara.
       Orangtuaku tinggal ddi Dalu-dalu Riau, dan pas SD nya juga aku sekolah di Riau, jadi aku taulah sedikit-sedikit bahasa jawav hihii.
    Terusss, SMP aku disekolahin di Kanopan kota kelahiranku, SMP ST.YOSEP.  dari situ aku mulai banyak mempunyai teman, dan mulai mengenal rasa suka lawan jenis, yaah walaupun masih cinta-cinta monyet, dan dipendam haha.
        Naah, SMA nya aku pindah lagi di Medan. bener-bener nomaden nih hidupku hahaa
    Awalnya ke Medan sih dulu mau ke SMA Negeri aja, biar murah, Tapi, masalah NEM ku yang tidak mencukupi untuk memenuhi standart masuknya, dan lain lagi karena aku berasal dari sekolah diluar Medan, jadi tidak ada penambahan NEM dan akhirnya sayapun sekolah di Swasta Katolik.
    Saya sekolah di SMA ST.THOMAS 2 Medan. (kenapa gak st.thomas 1 ? karena kmren itu gak sempet daftar, bahkan daftar ke st.thomas 2 nya aja sehari sebelum pendaftaran ditutup wkwk)
      Daaaannnn, disinilah kehidupanku yang baru dimulai. sangat kontras dengan lingkunganku ketika SD maupun SMP. Awalnya, aku sangat takut tidak mempunyai teman karena minder sendiri berasal dari daerah. tapi seiring berjalannya waktu, aku mulai bisa beradaptasi dan bergaul dengan teman-teman,walaupun gak semuanya. Aku mulai belajar tentang banyak hal dalam hidup, baik ketika belajar, berteman, berpacaran (ciyeee hahaa), dan hidup menjadi anak kost yang sering kekurangan uang, walau sebanyak apapun itu kiriman yang dikasih hahaa.

          And nowwww, I'm in my campus !!
    Udah anak kulihan nih ceritanya wkwk. Aku kuliah di sebuah kampus kecil di pinggir Danau Toba, disebuah desa ditanah batak :) . Politeknik Informatika Del. Yaa, itu nama kampusku.
    Aku anak Informatika, dan aku suka jurusan ini. walaupun otak ku selalu tidak mampu untuk menyaingi orang-orang yang ada disini, tapi aku tetap suka menjadi anak informatika. Kedengerannya keren aja gituu hihii.
    Sekian dulu nih info yang bisa aku share tentang akuuu.
    Best from mee to youuu :*


    Continue Reading
    Ini ada beberapa resensi novel-novel Metropop yang mungkin berguna buat tugas-tugas kalian :)
    1. One Last Chance
    2. Celebrity Wedding
    3. GreySunflower

    Entar kalo ada lagi pasti diupdate kok :)
    Salam sharing,

    Continue Reading


     Judul: One Last Chance
    Penulis: Stephanie Zen
    Penerbit: PT. Gramedia Pustaka Utama
    Tahun Terbit: 2012
    Tebal: 288 Halaman
    Harga: Rp. 47.500,-



                   Bagi Adrienne Hanjaya, tak boleh ada patah hati yang tak menghasilkan royalti. Itulah prinsip menulisnya. Setiap kisah patah hatinya di dunia nyata dituliskannya kembali ke dalam novel, dan sering kali menggunakan nama asli sang tokoh pria, dengan ending yang buruk bagi tokoh pria dan ending bahagia bagi tokoh wanita. Hal tersebut semacam wujud balas dendam kepada cowok-cowok yang telah menyia-nyiakan cintanya. Dan ketika novel-novel yang ditulisnya ternyata menjadi bestseller, Adrienne merasa semakin puas.

    Dulu, Adrienne hanya menuliskan pengalaman patah hatinya ke dalam diary. Kemudian gadis itu membaca sebuah artikel di majalah remaja yang membahas tentang penulis idolanya. Ketika ditanya dari mana sumber inspirasi sang penulis, sang penulis menjawab bahwa ia terinspirasi dari pengalaman pribadinya ketika masih SMA yang ditulisnya dalam diary. Ia kemudian mengetik ulang diary-nya, menambahkan bumbu di sana-sini, dan mengirim naskahnya ke penerbit. Adrienne melakukan hal yang sama dengan yang dilakukan penulis idolanya itu. Dewi Fortuna menaungi Adrienne, karena naskah yang berasal dari diary pribadinya menjadi novel laris.




    Keyla, sahabat karib Adrienne, sudah mengingatkan Adrienne agar sebaiknya tidak menggunakan nama asli bagi tokoh lelaki dalam novel-novelnya. Tapi peringatan Keyla tidak digubris oleh Adrienne. Ia merasa kurang puas jika tidak menggunakan nama asli.

    Suatu ketika, saat sedang mengikuti kegiatan baksos berupa pengobatan gratis di Tosari, dekat kawasan Gunung Bromo, Adrienne bertemu dengan Danny Husein, seorang calon dokter berparas tampan. Bahkan gadis itu sendiri sempat beranggapan bahwa Danny adalah sosok yang too good to be true. Adrienne jatuh hati pada Danny. Sebaliknya, Danny pun menyimpan hasrat yang sama kepada Adrienne. Dan untuk pertama kalinya Adrienne ingin menulis kisah romantis, sebuah novel roman yang berakhir dengan tokoh pria dan wanita bahagia bersama.

    Tapi apa yang diangankan Adrienne tidak berjalan sesuai harapan. Salah satu cowok yang pernah dijadikan tokoh dalam novelnya (yang berarti, mantan Adrienne) datang mengacau. Cowok itu memberi tahu Danny tentang prinsip menulis Adrienne, yang berujung pada kesalahpahaman dari Danny. Pemuda itu terlanjur menganggap Adrienne hanya memanfaatkan dirinya untuk menghasilkan novel terbaru dan mengeruk keuntungan.

    Seolah masalahnya dengan Danny saja tidak cukup, Adrienne terpaksa harus berhadapan dengan hukum, sebab seseorang menggugat Adrienne atas novel terbarunya yang saat itu sedang laris-larisnya.

    Bagaimana Adrienne menghadapi semua masalahnya? Temukan jawabannya dalam One Last Chance.

    From me:
    Pas pertama kali baca sinopsisnya, aku mulai tertarik karena ceritanya itu tentang seorang penulis yang agak bermasalah gitu, jadi menurut saya pasti seru.
    Adrienne  adalah seorang yang cerdas karena dia tak mau rugi dari semua patah hati yang dialaminya. Prinsipnya adalah "Tidak ada patah hati yang tidak menghasilkan royalti".
    Dan lebih hebatnya lagi semua novel kisah nyata nya itu jadi bestseller. Saya tidak menyangka sampai suatu saat salah satu  mantan nya yang menjadi tokoh dalam novel nya yang pastinbya bestseller juga menuntut Adrienne atas tuduhan Pencemaran nama baik dan pembunuhan karakter.
    Hal tersebut membuat Adrienne kalut karena selain image nya sebagai seorang penulis rusak, hubungannya dengan seorang calon dokter yang mulai dekat dengannya pun rusak juga.
    Tanpa diduga, berkat tipuan dari mantannya yang menuntut dia itu memberitahu bahwa semua novelnya itu adalah kisah nyata dan dia selalu mengambil keuntungan dari setiap hubunganya dengan kekasihnya. Mendengar hal itu, Danny si Calon dokter pun kecewa dan mulai menjauhi Adrienne.
    Padahal sebelumnya Adrienne ingin sekali membuat sebuah novel yang berakhir  buk diwujudkan karahagia baik bagi tokoh wanita maupun tokoh prianya. Namun, sepertinya niat itu sulit untuk diwujudkan karena tokoh pria nya saja yang tak lain adalah Danny sudah mulai menunjukkan ketidaksukaannya kepada Adrienne.
    Nahhh, mau tau ceritanya lebih lanjut?  baca langsung ajadeh novelnyaa :D
    Dijamin seruu..ru.ruuuu !!!
    Continue Reading
    Salam Sharing lagi saudaraaa
    aku mau share-in kode-kode program semester 1 aku nih, walaupun gak semua yaa
    Nah, pada postingan kali ini aku mau sharing source code buat konversi string ke bentuk integer
    Sooo, enjoy the code and try on your compiler :'')

    #include <stdio.h>
    int StrToInt(char *s);
     int n=0,a,temp=0;
        int i,j;
    int main()
    {
        int k;
        char s[100];
        printf("Masukan string(angka): "); gets(s);
        printf("Hasil konversi: %d", StrToInt(s));
        k=atoi(s);
        printf("\nKonversi melalui 'atoi': %d",k);
    getch();
    return 0;
    }   
       
    int StrToInt(char *s)
    {
        char c=s[0];
        while(c!='\0')
        {
         n++;
         c=*(s+n);
        }
      // n=n-2;
        for(i=0;i<n;i++)
        {
           c=*(s+i);
           a=c-48;
           for(j=n-1;j>i;j--)
           {
              a=a*10;              
           }
           temp=temp+a;
        }
     return (temp);   
    }

    Salam,

    Continue Reading
    Newer
    Stories
    Older
    Stories

    About me

    Photo Profile
    Melyana Sari Fransisca You can call me Mels.

    Im Bataknese, Catholic, Ugly, Sarcasm is my language, Meme is my life. Read More

    Instagram

    @melyanandp

    Twittwit

    Tweets by @melyanasarii

    recent posts

    Labels

    Beauty Competition Knowledge Mind Recommendation Review Sharing Travel

    Blog Archive

    • Agustus 2020 (1)
    • Mei 2020 (1)
    • Juli 2019 (1)
    • Maret 2019 (2)
    • Agustus 2018 (2)
    • Mei 2018 (1)
    • April 2018 (1)
    • Maret 2018 (7)
    • Februari 2018 (1)
    • Desember 2016 (2)
    • Juli 2016 (1)
    • Januari 2016 (1)
    • November 2015 (1)
    • Oktober 2015 (1)
    • Agustus 2015 (1)
    • September 2013 (2)
    • Juni 2013 (1)
    • April 2013 (3)
    • Maret 2013 (1)
    • Februari 2013 (8)
    • Januari 2013 (1)
    • Desember 2012 (17)
    • November 2012 (12)

    Popular Posts

    • Farewell
    • Iseng-iseng Berhadiah
    facebook Twitter instagram google plus

    Created with by BeautyTemplates | Modified By Me :)

    Back to top